SELAMAT DATANG DI BLOG FORKIS16

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kami dari FORKIS16 Makassar
Mengucapkan banyak terima kasih karena akhi/ukhti sekalian menyempatkan waktu untuk melihat blog dakwah kami ini.
Semoga semua isi dari blog ini dapat bermanfaat bagi kita semua
Amiinn

Sekian
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Minggu, 05 April 2009

Kisah Motivasi Part III

Tukang Kayu dan Rumahnya
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut
pada pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari
tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya.
Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah
untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik
perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera
berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.

Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan
bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh
tuannya.Hasilnya bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus
mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia
menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.

'Ini adalah rumahmu, ' katanya, 'hadiah dari kami.' Betapa terkejutnya si
tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui
bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan
mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di
sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Teman, itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita
yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang
bertanggung jawab.Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan
yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak
memberikan yang terbaik.

Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan
dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan
sendiri.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini
dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan 'rumah' yang sedang
kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan
dinding dan atap. Mari kita selesaikan 'rumah' kita dengan sebaik-baiknya
seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup.

Kisah Motivasi Part II

BELALANG DAN ANJING
Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling tinggi diantara sesama belalang yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah dan sejuk. Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi kesana. Suatu hari, saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung merpati, mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut. Dengan semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa tersebut. Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa itu. Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh seekor anjing besar.

Belalang itu bertanya kepada anjing,
"Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan disini?"
"Aku adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing terbaik di desa ini" jawab anjing dengan sombongnya. Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda.Dia lalu berkata lagi "Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita". "Baik", jawab si anjing. "Di depan sana ada pagar yang tinggi. Mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut". Keduanya lalu berbarengan menuju ke pagar tersebut. Kesempatan pertama adalah si anjing. Setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar yang setinggi orang dewasa tersebut tersebut. Kesempatan berikutnya adalah si belalang muda. Dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat. Namun ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut, dan kemudian belalang itu jatuh kembali ke tempatnya semula. Dia lalu mencoba melompat lagi dan melompat lagi, namun ternyata gagal pula.

Si anjing lalu menghampiri belalang dan sambil tertawa berkata ,"Nah belalang, apa lagi yang mau kamu katakan sekarang ? Kamu sudah kalah".
"Belum", jawab si belalang. "Tantangan pertama tadi kamu yang menentukan. Beranikah kamu sekarang jika saya yang menentukan tantangan kedua ?"
"Apapun tantangan itu, aku siap" tukas si anjing. Belalang lalu berkata lagi, "Tantangan kedua ini sederhana saja. Kita berlomba melompat di tempat. Pemenangnya akan diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, dari diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi tubuhnya".
Anjing kembali yang mencoba pertama kali. Dari hasil lompatannya, ternyata anjing berhasil melompat setinggi empat kali tinggi tubuhnya. Berikutnya adalah giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi setengah dari lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Dan belalang pun menjadi pemenang untuk lomba yang kedua ini. Kali ini anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum. "Hebat. Kamu menjadi pemenang untuk perlombaan kedua ini. Tapi pemenangnya belum ada. Kita masih harus mengadakan lomba ketiga", kata si anjing.

"Tidak perlu", jawab si belalang. "Karena pada dasarnya pemenang dari setiap perlombaan yang kita adakan adalah mereka yang menentukan standard perlombaannya. Pada saat lomba pertama kamu yang menentukan standard perlombaannya dan kamu yang menang. Demikian pula lomba kedua saya yang menentukan, saya pula yang menang. INTINYA ADALAH, KAMU DAN SAYA MEMPUNYAI POTENSI DAN STANDARD YANG BERBEDA TENTANG KEMENANGAN. ADALAH TIDAK BIJAKSANA MEMBANDINGKAN POTENSI KITA DENGAN YANG LAIN. KEMENANGAN SEJATI ADALAH KETIKA DENGAN POTENSI YANG KAMU MILIKI, KAMU BISA MELAMPAUI STANDARD DIRIMU SENDIRI.

REFLECTION :
Rekan-rekan yang terkasih, seberapakah tinggikah anda `melompat' ? Dalam kehidupan, seringkali tanpa sadar kita mencoba membandingkan kemajuan dan perkembangan diri kita dengan standard orang lain. Dan seringkali lebih banyak kekecewaan daripada kebahagiaan yang didapat. Mengapa ? Karena kita masing-masing dilahirkan dengan potensi yang berbeda, dengan bakat yang berbeda, dalam lingkungan yang berbeda, dan cara pandang yang berbeda tentang kehidupan. Cara yang tepat untuk mengukur seberapa jauh diri kita telah berkembang dan maju, adalah membandingkan diri kita saat ini dengan diri kita dimasa lalu. Apakah anda hari ini lebih kaya dibanding setahun yang lalu ? Apakah anda hari ini lebih bisa mengontrol emosi dibanding bulan lalu ? Apakah anda hari ini lebih sehat dibanding kemarin ? Apakah anda hari ini lebih bijaksana dibanding setahun yang lalu ? Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, namun kemenangan atas diri sendiri.

Buat diri anda hari ini selalu lebih baik dari hari kemarin.
Selamat Pagi dan selamat bekerja serta sukses untuk anda.

Kisah Motivasi Part I

Orang Jepang sejak lama menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan
yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa
dekade ini.

Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan
bertambah lebih besar dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan
pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil
tangkapan itu ke daratan. Jika perjalanan pulang mencapai beberapa
hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai
rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan memasang
freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan langsung
membekukannya di laut.

Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan
lama. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan
segar dan beku, dan mereka tidak menyukai ikan beku. Ikan beku
harganya menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang
tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan
menangkap ikan dan langsung menjejalkannya ke dalam tangki hingga
berdempet-dempetan. Setelah selama beberapa saat saling bertabrakan,
ikan-ikan tersebut berhenti bergerak.

Mereka kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. Namun, orang Jepang
masih tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak
bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya.
Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang
lemas.

Bagaimanakah perusahaan perikanan Jepang mengatasi masalah ini?
Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Jepang?

Jika anda menjadi konsultan bagi industri perikanan, apakah yang anda
rekomendasikan?

Begitu anda mencapai tujuan-tujuan anda, seperti mendapatkan jodoh -
memulai perusahaan yang sukses - membayar hutang-hutang anda - atau
apapun, anda dapat kehilangan gairah anda. Anda tidak perlu bekerja
demikian keras sehingga anda bersantai. Anda mengalami masalah yang
sama dengan para pemenang lotere yang menghabiskan uang mereka,
pewaris kekayaan yang tidak pernah tumbuh dewasa, dan para ibu rumah
tangga jemu yang kecanduan obat-obatan resep.

Seperti masalah ikan di Jepang tadi, solusi terbaiknya sederhana. Hal
ini diamati oleh L. Ron Hubbard di awal 1950-an. "Orang berkembang,
anehnya, hanya dalam kondisi lingkungan yang menantang" -L. Ron
Hubbard.

Keuntungan dari sebuah Tantangan:

Semakin cerdas, tabah dan kompeten diri anda, semakin anda menikmati
masalah yang rumit. Jika takarannya pas, dan anda terus menaklukan
tantangan tersebut, anda akan bahagia. Anda akan memikirkan
tantangan-tantangan tersebut dan merasa bersemangat. Anda tertarik
untuk mencoba solusi-solusi baru. Anda senang. Anda hidup!

Bagaimana Ikan Jepang Tetap Segar?

Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan
perikanan Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. Tetapi kini
mereka memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing
tangki. Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan
sampai dalam kondisi yang sangat hidup. Ikan-ikan tersebut
tertantang.

Renungan :

Jangan menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya dan
taklukanlah. Nikmatilah permainannya. Jika tantangan anda terlalu
besar atau terlalu banyak, jangan menyerah. Kegagalan jangan membuat
anda lelah, sebaliknya, atur kembali strategi.

Temukanlah lebih banyak keteguhan, pengetahuan, dan bantuan.
Jika anda telah mencapai tujuan anda, rencanakanlah tujuan yang lebih
besar lagi. Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga anda terpenuhi,
berpindahlah ke tujuan untuk kelompok anda, masyarakat, bahkan umat
manusia. Jangan ciptakan kesuksesan dan tidur di dalamnya. Anda
memiliki sumber daya, keahlian, dan kemampuan untuk membuat
perubahan.

Jadi, masukkanlah seekor ikan hiu di tangki anda dan lihat seberapa
jauh yang dapat anda lakukan dan capai!

coba dipahami.... jgn males baca yah

TEBUSAN SANG KHALIFAH

tebusan sang khalifah

sudah lama khalifah umar bin khatab pergi ke syiria.dan karna itulah dia ingin mengetahui keadaan rakyatnya selama di tinggalkan secara langsung . khalifah umar lantas berpakaian seperti penduduk biasa dan berjalan menyusuri kampung2 sendirian tanpa di temani sahabat yang lain.dalam perjalanannya sang khalifah mendatangi rumah yang mungkin pantas di sebut gubug yang di huni seorang nenek tua
umar mengucapkan salam
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
"waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab sang penghuni rumah
setelah itu umar masuk
"bagaimana kabarnya umar , khalifah kita ?" tanya umar berbasa-basi
"yang kutahu dia sudah pulang dari syiria dengan selamat"
"apa yang nenek tahu tentang umar ?"
"semoga ALLAH tidak memberikan ganjaran yang baik untuknya !!"
mendengar jawaban itu terkejutlah umar
"mengapa nenek bisa mengatakan demikian ?" tanya umar
"khalifah itu sangat jauh dari rakyat kecil , selama dia memimpin , amirul mukminin itu tidak pernah datang ke gubug ku"
"tapi bagaimana dia tahu keadaanmu di tempat yang terpencil ini ?"
"subhanallah bagaimana dia menjadi pemimpin jika keadaan rakyatnya dia tidak tahu ?dan bukankah sudah menjadi tugas dan kewajibanya sebagai khalifah memperhatikan rakyatnya dimanapun berada?"
dalam hati umar berkata "celakalah kau umar ,ternyata ada rakyatmu yang merasa teraniaya olehmu"
umar serasa ingin menangis
"nek ! katakan padaku berapa aku harus menebus dosa umar kepadamu .jika kau merasa teraniaya olehnya aku bersedia membayarmu 25 dirham atas dosa yang di lakukan olehnya!"
"kamu jangan bercanda" kata nenek itu
"tidak ! terimalah sebagai tebusan atas hakmu yang telah didzalimi oleh khalifah . aku kasihan jika khalifah kita harus menanggung dosa di akhirat !"
karna terus di desak akhirnya nenek itu mau menerima
"demi ALLAH engkau sungguh baik hati"
bersamaan dengan itu kebetulan ali bin abithalib dan abdullah bin mas'ud lewat dan melihat khalifah umar di rumah nenek itu lalu memberi salam
"assalamualaikum ya amirul mukminin"
mendengar salam ali , sang nenek terkejut , takut bercampur malu . tak di sangka orang yang diajaknya mengecam khalifah umar ternyata adalah khalifah itu sendiri
"masyaallah , ampun beribu ampun ya amiruil mukminin , maafkan hamba yang tua ini karna telah berani memaki-maki anda" kata nenek dengan takut
"tidak nek , justru saya bersyukur karna nenek telah membuka mata hati saya. semoga ALLAH memberi restu kepada mu